Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan


Banyak sekali kesempatan yang kita jumpai di dalam kehidupan ini. Baik di sekolah atau perkuliahan, di organisasi maupun di kehidupan sosial. Namun pernahkah kamu merasakan kesempatan tersebut hilang begitu saja karena kita kurang sigap dalam meraihnya? Yaps, saya pun merasakannya. Mungkin hal tersebut mambuat kita didahului orang lain dan hanya menjadi pengikut.
Jika kita lihat dalam kehidupan ini orang yang pertama lah yang menjadi sorotan utama. Sampai terkadang orang kedua, ketiga dan seterusnya. Contohnya, tahukah kamu orang kedua yang mendarat di bulan? Pasti sebagian besar menjawab tidak, tapi mereka tahu orang yang pertama. 
Ya, pendaratan Apollo 11 di bulan terjadi pada 20 Juli 1969. Pada tanggal 21 Juli 1969, Armstrong turun dari modul lunar ke permukaan bulan sehingga menjadikannya manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Armstrong kemudian diikuti oleh Edwin Eugene ‘Buzz’ Aldrin, yang dengan demikian menjadi orang kedua yang menginjakkan kaki di permukaan bulan. Apakah Buzz tidak sehebat Armstrong? Belum tentu. Mereka berada pada modul yang sama, tentunya mereka adalah orang pilihan yang telah melewati berbagai seleksi dengan ketat. Namun apa yang membedakan Armstrong dan Buzz? Simple, Armstrong yang pertama dan Buzz mengikuti.
Contoh lainnya dapat kita simak dari hadist berikut:
Abu Hurairah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:  Akan ada rombongan dari umatku tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab, bercahaya muka mereka bagaikan bulan purnama.
Abu Hurairah r.a. berkata: Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan Al-Asadi sambil menjinjing selimutnya, lalu berkata: Ya Rasulullah. doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka. Maka Nabi saw. berdoa: Ya Allah, jadikanlah dia dari golongan mereka.  Kemudian seorang sahabat Anshar berdiri dan berkata: Ya Rasulullah doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka.  Jawab Nabi saw.: Engkau telah didahului oleh Ukasyah r.a.  (Bukhari, Muslim).

Apa yang membedakan Ukasyah dengan sahabat Anshar tersebut? Yaps, lagi lagi karena Ukasyah lah yang pertama kali meminta sedangkan sahabat Anshar hanya mengikuti.

Karena itu sobat jadilah orang yang pertama, jangan lewatkan kesempatan yang ada di depan kita. Karena secara fitrah kita adalah yang pertama, sebelum dilahirkan kita lah sperma pertama yang masuk kedalam ovum. Yuk kembali jadi yang pertama, jadilah pelopor bukan pengekor.

Sebuah Quote untuk mengakhiri artikel ini.
"Jadilah yang pertama, jika tidak bisa, jadilah yang terbaik, jika tidak bisa pula, jadilah yang berbeda"

Jadilah yang Pertama!

Posted by : The Blog 25
Selasa, 24 Desember 2013
0 Comments
Assalamulaykum Wr. Wb.

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:

Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah", seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari)

Mungkin kita sering mendengar hadist diatas, gak di sekolah, kuliah Subuh, Kultum di TV, kutbah di masjid dan sumber lainnya hadist ini sering sekali digembar-gemborkan. Tapi apakah kita telah melaksanakannya? Apakah kita telah tergerak untuk mengincar perlindungan Allah SWT. ini?

Hmm.. Memang keliatannya sulit untuk menjadi golongan-golongan diatas terutama (bagi saya) golongan orang yang menolak zina, karna Nabi Muhammad SAW. saja telah mangatakan "Perang yang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu". Apalagi di hadist tersebut di katakan "diajak perempuan berkedudukan dan cantik", waduh waduh bisa gawat nih urusannya.

Tapi sadarkah sobat ada 1 perkara yang Insya Allah setiap orang dapat melakukannya. Yaitu "dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah". Saat pertama kali saya membaca hadist ini saya memahami yang dimaksud di sini adalah pasangan lawan jenis, namun berbeda dengan salah satu sahabat saya. Begini ceritanya:

Siang itu kami sedang melaksanakan solat sunah ba'diah Dzuhur. Setelah itu seperti biasa kami ngobrol-ngobrol seperti biasa, membicara anime dan menghayal tentang masa depan kami. Dia memulai pembicaraan.

"Yog, nanti kuliah lu masih bikin komik gak? gua lagi ngelatih skill nih. Biar komik Indonesia nanti jadi bagus."

"Kuliah saya mau serius belajar, biar cepet lulus."

"Lah lu gak gambar lagi dong? Gimana sih."

"Nanti aja pas sudah lulus, nyambi-nyambi di tempat kerja."

"Bener ya, biar gua ada rivalnya nih. Lu jadi di UI?"

"Insya Allah, lu?"

"Dah, gua UI juga dah."

"Nanti kalo misah gimana ya?"

"Selow. Tapi yog, Insya Allah kita pas hari kiamat akan mendapat perlindungan dari Allah."

"Kenapa? Karna meramaikan masjid?"

"Itu boleh juga. Tapi yang gua maksud, kita ini adalah dua orang sahabat yang saling mencintai, bertemu karna Allah dan berpisah karna Allah."

(Saya tercengan sesaat, saya tidak menyangka pemikiran sahabat saya ini begitu jauh)

"Wih super banget! Lu emang sahabat gua."

(Kemudian kami berpelukan, tapi tetep normal kok gak maho.)

Saya tidak tahu pasti apakah pemahaman hadist tersebut dapat diartikan seperti itu. Tapi yang jelas jika semuanya diniatkan karna Allah, Insya Allah ridho-Nya selalu menyertai kita. Aamiin. Saya kagum dengan pemikiran sahabat saya ini. Insya Allah persahabatan ini tetap tergaja, dimana kami tertawa lebay bareng, cerita gak putus putus, ngecakin satu sama lain, nonton anime rame-rame dan hal-hal konyol lainnya.

Sekarang kami sudah kelas 3, mungkin saja sebentar lagi kami akan berpisah. Tapi Insya Allah kami ikhlas karena kami adalah dua orang sahabat yang saling mencintai, bertemu karna Allah dan berpisah karna Allah. Bagaimana dengan mu sobat?

Wassalamualaykum Wr. Wb.




Mengincar perlindungan Allah #1 - Sahabat

Posted by : The Blog 25
Minggu, 01 April 2012
2 Comments

- Copyright © Yoga Ady Samudra - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -